Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyebut Gerakan "Selasa Wage" tersebut bukan merupakan inisiatif sepihak dari Pemerintah Kota Yogyakarta tetapi justru muncul dari kehendak pedagang kaki lima dan komunitas yang ada di kawasan Malioboro.

"Dengan libur satu hari, Malioboro akan bisa beristirahat. Pengunjung atau wisatawan dapat merasakan kondisi yang berbeda di Malioboro. Harapannya, wisatawan tetap bisa menikmati suasana Malioboro setiap Selasa Wage," katanya.

Pada penyelenggaraan Gerakan Selasa Wage kedua itu, tema yang diangkat adalah warna-warni Malioboro yang menyimbolkan beragam komunitas dan lapisan masyarakat yang ada di Malioboro.

 

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen meningkatkan kualitas Gerakan "Selasa Wage" di sepanjang Jalan Malioboro agar tujuan utama yang diinginkan yaitu kondisi kawasan yang bersih, tertib dan aman, dapat segera tercapai.

"Tujuannya adalah menciptakan Malioboro yang bersih, tertib dan aman. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan keterlibatan semua pihak termasuk komunitas di Malioboro. Dalam setiap penyelenggaraannya, akan selalu ada peningkatan-peningkatan tanpa menghilangkan ruh Malioboro sebagai etalase Yogyakarta," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta

 



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas