Sleman Hari ini diadakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Rabu (3/1/2018) menggelar diskusi tertutup bersama tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, tokoh Nahdlathul Ulama (NU), KH Imam Aziz dan peneliti Gusdurian, Alisa Wahid. Bertempat di Westlake Resto,

 

Acara pertemuan tersebut memunculkan beberapa poin kerjasama dengan tujuan akhir mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.

 

Ketua Umum INTI  Tedi sugiyanta mengatakan pihaknya ingin memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini dimanakarena kesenjangan ekonomi dinilai jadi hal paling krusial menyebabkan mudahnya masyarakat dipecah belah.

 

INTI sendiri didirkan pada tahun1999 dan hingga saat ini ada di13 provinsi dan 57 kota yang mengutamakan kegiatan sosial serta memberikan beasiswa serta tidak ada hubungan dengan pemerintahan Tiongkok 

Adapun kesepakatanyang di hadirkan salahsatunya memberikan pelatihan usaha akses pasar serta planing keuangan keluarga desa tertinggal 



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas